MENILIK KEINDAHAN ARSITEKTUR MASJID PATHOK NEGORO MLANGI

 Kembali ke daftar artikel 

 

Yogyakarta bagaikan ensiklopedia dalam bentuk kota di mana dapat ditemukan berbagai macam cagar budaya di dalamnya. Tak hanya berasal dari kebudayaan Hindu dan Budha, Yogyakarta juga menyimpan jejak masa lalu dari masa prasejarah, kolonial, hingga Islam. Salah satu cagar budaya yang dapat dijelajahi keunikannya adalah Masjid Pathok Negoro Mlangi.

Masjid Pathok Negoro Mlangi berada di daerah Mlangi, Nogotirto, Gamping, Sleman. Masjid ini terletak tidak jauh dari jalan ring road barat Kawasan Yogyakarta. Seperti Masjid Pathok Negoro lainnya, Masjid Mlangi didirikan di tanah mutihan (daerah pesantren) dengan sistem perdikan (Aulia, 2013). Sampai saat ini, daerah di sekitar Masjid Pathok Negoro Mlangi telah berkembang menjadi daerah yang terkenal dengan santrinya sehingga disebut Kota Santri.

Hal yang luar biasa di masjid ini adalah mengenai sisi pelestarian nilainya. Masjid Pathok Negoro Mlangi bersama dengan Masjid Sulthoni Ploso Kuning dipandang sebagai Masjid Pathok Negoro yang masih mempertahankan identitas sebagai Pathok Negoro (Mallany dalam Azizah, 2017). Pertahanan identitas ini penting karena berkaitan dengan pemaknaan yang terdapat pada masjid tersebut.

Tidak dapat dipungkiri bahwa kedudukan Masjid Pathok Negoro Mlangi sebagai Pathok Negoro memberikan pengaruh yang cukup signifikan terhadap arsitektur yang diterapkan pada masjid ini. Bentuk dari Masjid Pathok Negoro Mlangi mengikuti budaya yang dianut oleh keraton – yakni budaya Jawa – yang membentuk arsitektur Jawa Kuno pada masjid ini.

Jika diperhatikan, terlihat beberapa ciri khas penting yang juga menjadi penanda masjid-masjid Pathok Negoro lain di antaranya adalah keberadaan empat saka guru yang terdapat di ruang utama masjid. Ciri lain adalah pada bagian luar, serambi masjid dikelilingi oleh kolam air. Ciri yang terakhir yaitu Masjid Pathok Negoro memiliki atap tumpang berjumlah dua. Ketiga ciri khas tersebut menjadi penanda dari masjid kagungan dalem.

Gambar 1. Saka Guru di bagian dalam masjid

Sumber : http://www.jogjasiana.net/index.php/site/karya_seni_arsitektur/architecture-6

Desain yang digunakan pada Masjid Pathok Negoro Mlangi hampir sama dengan desain pada Masjid Gedhe Kauman. Pada sisi depan, terdapat gerbang berupa paduraksa yang warna temboknya dicat putih. Masjid Pathok Negoro Mlangi terletak agak di bawah dari ketinggian jalan sekitar dikarenakan kontur tanah yang miring.

Masjid Pathok Negoro Mlangi tidak terlalu terlihat dikarenakan pemukiman pada masa kini yang berdiri rapat di sekitarnya. Sebenarnya terdapat gapura yang menandakan keberadaan masjid, namun gapura tersebut cukup kecil sehingga masjid ini masih tersembunyi di antara pemukiman warga.

Gambar 2. Gapura sebagai pintu masuk Masjid Pathok Negoro Mlangi

Sumber : https://www.gudeg.net/read/10002/sejarah-masjid-pathok-negoro-mlangi-yang-tak-kamu-tahu.html

Pada bangunan utama masjid, terdapat simbol Keraton Yogyakarta di bagian atasnya sebelum memasuki kolam. Selain itu juga terdapat kaligrafi yang bertuliskan kalimat yang artinya adalah berniat untuk I’tikaf. Sebagian besar bangunan didominasi oleh bahan kayu, khususnya pada bagian tiang-tiang yang menyangga bangunan tersebut.

Masjid Pathok Negoro Mlangi dapat dibagi menjadi dua kawasan yaitu kawasan Masjid Mlangi dan kawasan Makam Kyai Nur Iman. Kawasan Masjid Mlangi terletak di bagian timur. Di kawasan ini terdiri dari tiga bangunan yaitu bangunan utama masjid, satu pendopo yang diperuntukkan bagi jamaah laki-laki terletak di sebelah selatan masjid dan pendopo bagi jamaah perempuan yang ada di sebelah utara masjid. Penempatan tempat wudhu pun selaras dengan kedua pendopo tersebut.

Kawasan kedua adalah kawasan Makam Kyai Nur Iman. Kawasan ini terdiri dari banyak makam-makam yang di dalamnya terdapat bangunan utama yang di dalamnya terdapat cungkup yang diperkirakan merupakan makam Kyai Nur Iman. Kawasan inilah yang menjadi magnet utama kunjungan di masjid ini karena mayoritas pengunjung adalah peziarah.

Sebagaimana cagar budaya lainnya, Masjid Pathok Negoro Mlangi juga memiliki cerita sendiri yang terekam pada arsitektur yang ada di dalamnya. Cerita tersebut menjadi khasanah kekayaan budaya, baik dalam kebudayaan Islam maupun bagi Yogyakarta itu sendiri.

 

DAFTAR PUSTAKA

  • Aulia, Riski. 2013. “Makna Simbolik Arsitektur Masjid Pathok Negoro Sulthoni Ploso Kuning Yogyakarta”. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.
  • Azizah, Umi. 2017. “Masjid Pathok Negoro Mlangi: Respon Masyarakat Mlangi Terhadap Renovasi Masjid Tahun 2012 M”. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

 

Penulis : Intan Maulida Al Barroh