MUSEUM TNI AD “DHARMA WIRATAMA” : Museum Ke-Militer-An Yang Artsy Banget.

 Kembali ke daftar artikel 

Adakah dari kalian yang belum pernah mengunjungi Museum Pusat TNI AD “Dharma Wiratama”? Kalau belum, apabila kalian berada di Jogja, museum yang satu ini wajib banget untuk kalian datangi! Kenapa? Karena sangat menarik sekali untuk dikunjungi. Dengan latar belakang kemiliteran, museum ini tentunya menyimpan benda – benda bersejarah yang pernah digunakan pada masa perang melawan penjajah yang digunakan oleh para tentara pada waktu itu. Tak hanya itu, di museum inilah juga menyampaikan tentang historikal masa peperangan dari waktu ke waktu di beberapa daerah di Indonesia. Museum itu tak selalu membosankan dan menyeramkan loh guys! Justru disini tidak! Beberapa orang selalu berpikiran “ah kalo ke museum militer – militer gitu mesti dijaga bapak tentara yang galak!”,  “Ah pasti malah menyeramkan, kan banyak senjata – senjata gitu, merinding taauk!”, “gamau aah pasti masuknya susah harus ini itu dan blablabla!”. Ya, beberapa pikiran seperti itu pasti pernah menghantui pikiran beberapa orang. Bahkan beberapa temanku juga berpikiran hal yang seperti itu. Dan itu semua salah, teman – teman!!! Mari kita pikirkan yang menyenangkan saja tentang museum, terutama tentang museum TNI AD “Dharma Wiratama” ini!

Ya, Museum Pusat TNI AD “Dharma Wiratama” ini museum yang menyimpan cerita tentang beberapa pertempuran yang pernah terjadi di Indonesia. Museum yang terletak di Jalan Jendral Sudirman No. 75 ini sangat strategis dan sangat mudah ditemukan, hanya saja ia terletak di sisi utara jalan Jalan Jendral Sudirman yang merupakan jalan satu arah. Museum ini buka pukul 8 pagi dan tutup pada pukul setengah tiga sore. Apakah museum ini berbayar? Tenang saja! Untuk masuk museum ini gratis! Kalian hanya perlu ijin pada pos yang ada di dekat gerbang masuk museum dan mengisi buku tamu. Setelah itu, kalian bebas masuk ke dalam museum lewat pintu sebelah timur (masuk gedung bercat putih yaa!).

Ketika kalian memasuki gerbang museum, kalian akan disuguh dengan pemandangan beberapa tank dan beberapa patung di depan gedung museum. Saat kalian mulai memasuki pintu museum, kalian akan disuguhi dengan infografis seputar tentang sejarah TNI AD menggunakan monitor layar sentuh. Lalu di sisi kanan kalian masuk ke dalam gedung terdapat ruangan khusus tentang Panglima Besar Jendral Sudirman. Disitu juga terdapat infografis mengenai perjalanan hidup secara singkat Panglima Besar Jendral Sudirman. Infografis yang disajikan terdapat dua jenis, yaitu disajikan melalui poster yang sangat “kekinian” yang menarik untuk dibaca dan ada untuk versi lebih lengkap, disajikan melalui layar sentuh yang ada. Juga pada monitor layar sentuh tersebut, terdapat film dokumenter mengenai Panglima Besar Jendral Sudirman. Tak hanya itu, terdapat juga patung Jendral Sudirman yang sedang duduk di depan meja kerjanya. Terdapat kursi dan telepon kuno yang dulu dipakai Panglima Jendral Besar Sudirman. Begitu pula di sisi kiri ruangan pertama museum. Bedanya, pada sisi kiri merupakan ruangan yang berisi profil tentang Letjen. Oerip Soemohardjo. Bentuk penyajiannya sama.

Ketika kalian akan memasuki gedung utama, kalian akan melihat miniatur patung yang menggambarkan pada masa “KNIL” dan “PETA”. Kalian juga akan disambut dengan sambutan hangat yang menjelaskan secara singkat tentang museum TNI AD ini. Memasuki ruangan yang berlatar belakang serba hitam malah menampilkan sisi ke-artsy-an dari museum ini sendiri. Yang tak kalah artsy disini, ketika kalian biasanya melihat senapan hanyalah dipajang menggunakan gagang khusus, disini tidak loh. Senapan – senapan itu dijadikan hiasan dinding dan langit – langit museum ini. Namun, tetap terdapat senapan yang benar – benar mengandung nilai sejarah yang dipajang dan dilindungi kaca. Diorama disini pun disajikan berbeda. Ketika kalian berada di museum lain miniatur nya berada di dalam kaca yang berbentuk seperti ruangan, disini tidak. Miniatur tentang masing – masing peristiwa yang disajikan langsung tanpa kaca melainkan seperti relief.

Di museum ini juga terdapat beberapa informasi yang disajikan menarik di ruang yang berbeda – beda. Cerita sejarah mengenai palagan yang ada di beberapa daerah di Indonesia tak hanya disajikan dengan poster infografis dan miniatur, namun juga terdapat video dokumenter yang ada di ruangan khusus. Ruangan gelap yang terdapat proyektor dan buku besar itu di visualisasikan dengan sensor yang terbaca dari buku tersebut. Ketika “buku besar” tersebut dibuka untuk berganti cerita, maka video yang disajikan juga berganti mengikuti halaman yang sedang terbuka. Ada juga yang disajikan menggunakan teknologi hologram yang mana bila ingin mengganti cerita, cukup dekatkan tangan beberapa cm maka sensor akan terbaca dan cerita akan berganti dan ditampilkan dalam layar. Namun bedanya, disini hanya menampilkan info singkat dari tiap – tiap peristiwanya tanpa terdapat video dokumenternya. Tidak hanya itu, museum ini menjadi menyenangkan karena terdapat ruangan khusus untuk simulasi gerak menggunakan sensor (mohon maaf saya sedikit kurang paham untuk menamai tentang ini). Intinya, kalian harus berada pada kotak yang telah disajikan lalu gerakan tubuh kalian akan terbaca oleh sensor gerak yang ada. Disitu kalian akan menyimulasikan bagaimana keadaan dapur umum, klinik zaman perang, markas komando, dan medan perang.

Setelah itu, kalian akan berada di luar ruangan. Di museum ini tak hanya berhenti disitu. Ada juga ruangan yang menyimpan berbagai bendera, seragam, senapan, dan lain sebagainya. Ada juga bunker yang berada di belakang gedung. Pokoknya, di museum ini tidak ada kata menyeramkan. Justru malah sangat menyenangkan. Dengan penyajian yang menarik dan tidak membosankan inilah cara Museum Pusat TNI AD “Dharma Wiratama” untuk memikat pengunjungnya. Intinya, jangan bosan – bosan untuk main ke museum ya! Museum aja udah nggak membosankan, masa kamu masih bosan ke museum? Kunjungi, lindungi, lestarikan! Salam sahabat museum, museum di hatiku!